Kemampuan perhitungan aktuaria imbalan pasca kerja dibutuhkan untuk menentukan upah yang hendak diberikan kepada pekerja sebelum mereka keluar atau berhenti. Berdasarkan perhitungan akuntansi, imbalan pasca kerja dikenal sebagai konsep bernama accrual basis.

Berdasarkan PSAK-24, imbalan pasca kerja dibagi menjadi :

  • Imbalan pasca kerja pensiun.
  • Imbalan pasca kerja untuk karyawan sakit berkepanjangan atau cacat.
  • Imbalan pasca kerja untuk karyawan yang meninggal dunia.
  • Imbalan pasca kerja untuk karyawan yang mengundurkan diri baik-baik.

Prosesnya yang cukup rumit membuat perhitungan imbalan pasca kerja kerap dimasukkan ke dalam pelatihan dan kursus online khusus aktuaria. Anda yang akan terlibat dalam prosesnya tentu harus tahu apa saja hal-hal yang akan ditangani. Termasuk di antaranya membedakan iuran pasti dengan imbalan pasti.

Membedakan iuran pasti dengan imbalan pasti

Program imbalan pasca kerja dikelompokkan menjadi program iuran pasti dan program imbalan pasti. Penggunaannya ditentukan berdasarkan substansi ekonomis pada masing-masing program.

Ketentuan dalam program iuran pasti mencakup:

  • Kewajiban wajib atau konstruktif entitas terbatas dengan jumlah yang disepakati sebagai iuran terpisah. Artinya, jumlah iuran pasca kerja yang nantinya diterima karyawan dihitung sesuai jumlah iuran yang dibayarkan entitas yang bersangkutan maupun karyawan. Selain itu, iuran tersebut diberikan juga kepada program imbalan pasca kerja atau perusahaan asuransi. Kadang ditambah hasil investasi dari iuran tersebut;
  • Dari perhitungan aktuaria imbalan pasca kerja ini pun muncul risiko akturia, yakni jumlah imbalan yang diterima lebih kecil dari perkiraan. Ada pula risiko investasi yang mencakup kurangnya aset yang diinvestasikan untuk memenuhi imbalan. Karyawan pun menjadi pihak yang harus menanggungnya.

Contoh kasus kewajiban entitas tak terbatas terhadap jumlah dana yang disepakati untuk iuran terpisah terjadi saat entitas memiliki kewajiban hukum atau konstruktif lewat:

  • Rumus program imbalan yang tak berkaitan dengan jumlah iuran.
  • Jaminan atas hasil iuran tertentu, baik langsung maupun tak langsung lewat program.
  • Praktik yang menyebabkan kewajiban konstruktif. Misalnya kewajiban yang ditimbulkan penambahan imbalan untuk karyawan yang sudah lama berhenti. Alasan dari entitas tersebut biasanya adalah untuk menutup kesenjangan akibat inflasi walau sesungguhnya tak ada dasar hukum yang memerintahkannya.

Sementara ketentuan dalam program imbalan pasti meliputi:

  • Entitas mempunyai kewajiban berupa menyediakan imbalan yang telah dijanjikan dan disepakati untuk karyawan maupun mantan karyawan.
  • Kewajiban akan bertambah apabila entitas menghadapi risiko akturia dan investasi, terutama kalau kenyataannya lebih buruk dari perkiraan. Risiko tersebut akan membuat biaya untuk imbalan meningkat. Oleh karena itu, baik entitas maupun karyawan harus berhati-hati saat mereka menyikapi risiko tersebut.

Itulah hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum melaksanakan perhitungan aktuaria imbalan pasca kerja. Semoga bermanfaat untuk Anda!