Punya Bisnis UKM dan Ingin Ajukan Pinjaman Modal? Ikuti 3 Tips Ini!

Bagi Anda yang telah merintis dan menjalankan usaha kecil dan menengah alias UKM, Anda barangkali sudah merasa bahwa inilah saat yang tepat untuk mengembangkan bisnis Anda. Untuk bisa mewujudkannya, Anda sadar bahwa ada tambahan modal dalam bentuk uang yang dibutuhkan.

Modal uang atau finansial ini bisa Anda peroleh dari kantong sendiri alias dana pribadi. Hanya saja, Anda barangkali merasa bahwa dana pribadi Anda tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan modal tambahan untuk bisnis Anda. Kalau begitu, apa yang bisa Anda lakukan, ya? Masa Anda harus menghentikan niat untuk mengembangkan usaha ketika momennya sudah pas?

Rupanya, masalah ini juga sering dialami oleh para pemilik bisnis UKM lainnya. Meski begitu, bukan berarti Anda bisa pasrah menerima keadaan, ya. Sebab, ada solusi yang bisa Anda ambil untuk menambah suntikan modal, yang juga sudah sukses dimanfaatkan oleh banyak pelaku bisnis UKM lainnya.

Caranya adalah dengan mengajukan pinjaman modal usaha, misalnya dari bank umum, bank perkreditan rakyat (BPR), atau perusahaan fintech legal yang juga menyediakan layanan pinjaman modal untuk bisnis. Nah, terlepas dari apa sumber pinjaman pilihan Anda, pada dasarnya ada beberapa tips penting yang dapat Anda terapkan agar pengajuan pinjaman modal usaha Anda sukses dan diterima. Apa saja ya tipsnya?

  1. Miliki Usaha yang Jelas dan Telah Beroperasi
    Ketika ada yang ingin meminjam uang Anda, apakah Anda langsung memberikannya begitu saja, apalagi jika jumlah pinjamannya dalam jumlah besar? Kecuali Anda adalah salah satu orang terkaya di dunia seperti Bill Gates dan Warren Buffet, Anda pasti akan cermat membuat keputusan dengan mempertimbangkan berbagai hal. Salah satunya adalah kemampuan si calon debitur – alias pihak yang meminjam uang – dalam melunasi utangnya.
    Nah, hal yang sama juga jadi pertimbangan bank atau lembaga penyedia pinjaman lainnya. Lembaga keuangan tersebut akan menggunakan performa bisnis Anda di masa lalu sebagai salah satu pertimbangan utama. Karenanya, ajukan pinjaman modal jika Anda sudah menjalankan bisnis, minimal dalam waktu 12 bulan. Selain untuk mengukur performa bisnis Anda, hal ini juga untuk meyakinkan lembaga penyedia pinjaman bahwa bisnis Anda memang jelas, yang bisa diperkuat dari adanya surat izin, foto lokasi usaha, dan sebagainya.
  2. Susun Dokumen Laporan Usaha yang Cermat
    Dalam pengajuan pinjaman untuk modal usaha, Anda akan selalu diminta untuk mengajukan dokumen sebagai bagian dari syarat pengajuan. Salah satu dokumen penting yang harus ada adalah dokumen laporan usaha yang menunjukkan performa bisnis Anda dalam satu periode tertentu – seperti yang disinggung sebelumnya, laporan yang sering kali diminta adalah laporan usaha dalam periode 12 bulan (1 tahun) terakhir.
    Laporan tersebut merupakan laporan keuangan seperti neraca dan laporan laba rugi. Sebab, untung atau rugi operasional bukanlah satu-satunya pertimbangan penting yang menentukan keputusan lembaga pemberi pinjaman. Bahkan, kemampuan arus kas masuk sering kali lebih diprioritaskan daripada keuntungan bisnis karena arus kas masuk berkaitan dengan ketersediaan kas atau uang tunai untuk melakukan pembayaran dalam periode tertentu, termasuk cicilan pinjaman.
  3. Lengkapi Berkas Persyaratan yang Dikumpulkan
    Selain laporan usaha, ada dokumen-dokumen lain yang perlu Anda persiapkan dan ikut lampirkan dalam proses pengajuan pinjaman modal usaha. Biasanya, berkas tersebut terdiri atas dokumen-dokumen berikut ini:
  • Dokumen pendirian usaha seperti akta pendirian atau anggaran dasar (AD) untuk bisnis berbentuk firma, CV, atau PT. Sedangkan untuk bisnis perseorangan, biasanya Anda hanya perlu melampirkan salinan KTP.
  • Laporan keuangan sesuai yang diminta, biasanya dalam kurun waktu 1 tahun terakhir.
  • Rekening koran untuk periode 3 bulan terakhir.
  • NPWP, Surat Izin Usaha, SIUP, maupun Surat Keterangan Domisili Usaha.
  • Salinan KTP pendiri serta manajemen yang mengelola bisnis.

Cek lagi kelengkapan dokumennya agar tidak ada yang terlupa atau tertinggal ketika Anda mengumpulkan berkas, ya!
Itulah 3 tips penting yang perlu Anda perhatikan ketika akan mengajukan pinjaman modal usaha. Ingat bahwa masing-masing lembaga keuangan penyedia pinjaman bisa jadi memiliki persyaratan yang berbeda, jadi pastikan bahwa Anda selalu mencari informasi yang lengkap dan akurat terlebih dahulu untuk kelancaran proses pengajuan pinjaman modal usaha bagi perkembangan bisnis UKM Anda!

RELATED ARTICLES

Most Popular