Tak perlu diragukan lagi bahwa kemajuan teknologi sangat membantu manusia dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pribadi sampai dengan urusan bisnis. Apalagi di dunia bisnis, di mana ketepatan dan kecepatan aktivitas menjadi sebuah tuntutan.

Meski begitu, berbicara soal bisnis tidak melulu membahas soal aktivitas jual-belinya saja. Dari segi manajemen, segala aktivitas yang dilakukan “di balik layar” juga sangat penting, seperti sistem akuntansi yang digunakan. Nah, keberadaan teknologi pun telah menjadi hal yang lumrah dalam bidang ini, yang ditunjukkan dengan penggunaan software atau aplikasi akuntansi.

Penggunaan software akuntansi (link) bukan hanya sebatas mengikuti tren modern saat ini, lho! Pasalnya, kepopuleran dan semakin banyaknya perusahaan yang memanfaatkan produk ini sebenarnya menunjukkan manfaat luar biasa dari adanya software akuntansi untuk aktivitas bisnis mereka.

Nah, untuk Anda yang masih mempertimbangkan apakah akan menggunakan software akuntansi atau tidak, ulasan berikut ini barangkali bisa membantu Anda membuat keputusan yang tepat. Inilah lima keuntungan yang dapat bisnis Anda nikmati dengan menggunakan software akuntansi (link).

Keuntungan Menggunakan Software Akuntansi

  1. Hemat tenaga dan waktu
    Salah satu keuntungan besar dari penggunaan software akuntansi adalah banyaknya tenaga dan waktu yang dapat Anda hemat dibandingkan jika Anda tetap setia menggunakan sistem pembukuan manual atau tradisional. Berkat software akuntansi yang telah terkomputerisasi, maka pencatatan dokumen bisnis dari front-end office, serta rekaman transaksi yang diteruskan ke back-end office pun bisa dilakukan bersamaan.
    Sebagai contoh, Anda bisa siapkan faktur pelanggan, menyiapkan setoran bank, serta membuat cek hanya dengan satu program software akuntansi. Bandingkan jika Anda masih menerapkan cara manual, di mana Anda harus mempersiapkan semua dokumen di atas secara terpisah.
  2. Proses yang lebih efisien
    Dalam sistem akuntansi tradisional atau manual, Anda harus membuat segala catatan transaksi di dalam jurnal umum dan buku besar, yang kemudian disesuaikan dengan jurnal penyesuaian, sebelum akhirnya menjadi laporan keuangan. Laporan keuangan ini biasanya disiapkan menjelang akhir periode akuntansi dan kemudian digunakan untuk berbagai tujuan, seperti penilaian kinerja, audit, dan sebagainya.
    Dengan menggunakan software akuntansi, pada dasarnya proses yang dilakukan tetap menerapkan tahapan yang sama karena hal tersebut sudah menjadi standar. Hanya saja, segalanya terasa jauh lebih mudah, cepat, dan praktis. Sebab, dengan memasukkan transaksi ke dalam jurnal umum, dokumen-dokumen akuntansi lainnya, termasuk laporan keuangan sudah langsung tersusun tanpa Anda harus mengumpulkan tumpukan jurnal umum dan menyalin angkanya satu per satu. Kinerja bagian akuntansi pun jadi lebih efisien dan tidak buang-buang waktu lagi.
  3. Pencatatan utang-piutang yang lebih akurat
    Seperti yang sudah Anda ketahui, urusan utang dan piutang merupakan hal penting dalam sistem akuntansi. Karena itu, pencatatan utang dan piutang harus dilakukan dengan akurat dan cermat, catatan utang untuk mengetahui berapa besar kewajiban yang masih perusahaan tanggung kepada pihak lain, dan catatan piutang untuk mengetahui berapa besar penghasilan yang belum direalisasikan. Nah, pencatatan utang-piutang ini biasanya dilakukan dengan menggunakan dokumen yang disebut faktur atau invoice.
    Dalam software akuntansi, ada fitur pencatatan utang-piutang yang terasa lebih sederhana, namun dengan penghitungan yang lebih akurat. Mulai dari data tentang semua faktur dan tagihan yang dimiliki sampai dengan notifikasi jika jumlah kas yang dimiliki cukup untuk melunasi tagihan yang jatuh tempo, Anda tak perlu khawatir lagi soal utang-piutang bisnis.
  4. Menekan risiko kesalahan pencatatan transaksi
    Dalam sistem akuntansi manual, sangat mudah melakukan kesalahan, bahkan tanpa sengaja sekalipun. Contohnya menulis pendapatan sebesar Rp8.275.000, padahal seharusnya Rp8.725.000. Kesalahan-kesalahan seperti itu jelas akan menimbulkan masalah di masa depan dan pastinya bisa membuang banyak waktu dan tenaga untuk mengidentifikasi di mana letak kesalahannya. Belum lagi membuat koreksi berkali-kali di pencatatan lainnya.

Sementara itu, dengan menggunakan software akuntansi yang 100% terkomputerisasi, kesalahan perhitungan total maupun risiko salah tulis dapat ditekan seminimal mungkin. Karena software akuntansi mampu mengintegrasikan seluruh data dan dokumen, sehingga jika ada kesalahan Anda tak perlu melakukan koreksi sampai berulang kali.