Begitu merekrut dan mempekerjakan karyawan, yang perlu dilakukan oleh perusahaan bukan hanya sampai memberi imbalan bulanan. Sebab, jika perusahaan berkomitmen untuk memajukan bisnisnya, manajemen pun perlu memberikan program peningkatan kompetensi karyawan, seperti pelatihan bisnis atau pelatihan lainnya yang berkaitan dengan bidang kemampuan karyawan yang bersangkutan.

Di samping itu, ada juga pelaksanaan pelatihan soft skill yang tak kalah pentingnya dalam meningkatkan kinerja karyawan. Contohnya pelatihan untuk mengasah kerja sama dalam tim maupun kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Sebab, jika performa karyawan meningkat, hal tersebut jelas akan memengaruhi performa perusahaan secara keseluruhan juga, kan?

Apalagi, saat ini ada berbagai program pelatihan dan kursus online yang bisa direncanakan oleh perusahaan. Tujuannya adalah untuk memberikan pelatihan kompetensi dan kemampuan yang dibutuhkan untuk memperkuat human capital yang dimiliki, namun dengan memotong biaya tambahan seperti yang bisa terjadi jika pelatihan diadakan dengan cara konvensional, di mana para peserta (karyawan) bertatap muka dengan pemberi materi secara langsung di tempat dan pada waktu yang telah ditentukan.

Di samping itu, kursus online seperti ini juga sangat ideal dipilih oleh mereka yang bekerja secara freelance, alias kerja lepas dan sering kali tidak terikat dengan jam kerja pegawai kantoran. Apalagi kalau mengingat bahwa sistem kerja para milenial saat ini di mana makin banyak yang tertarik dengan kerja lepas sebagai freelancer. Dengan begitu, pelatihan dan kursus online bisa memfasilitasi baik mereka yang kerja freelance dan fulltime untuk mendapatkan materi pelatihan yang bisa meningkatkan kompetensi maupun kemampuan mereka, bahkan mereka yang menjalankan usaha sendiri dengan jual barang di banyak marketplace.

Pelatihan oleh perusahaan bagi para karyawan biasanya diadakan berdasarkan divisi atau departemen. Apalagi jika program pelatihan diadakan untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian praktis karyawan. Sebagai contoh, para karyawan dari Divisi Digital Marketing akan mendapatkan materi yang sesuai dengan bidang mereka. Misalnya materi tentang pemahaman soal cara kerja Google Ads dan analisisnya, atau optimasi SEO di berbagai kasus.
Sementara itu, untuk karyawan di bagian keuangan, tentunya pelatihan keuangan adalah topik yang tepat. Di samping itu, pelatihan keuangan sendiri masih bisa dipecah ke dalam berbagai sub-topik yang sangat beragam, seperti pajak, perhitungan imbalan kerja dan aktuaria, bahkan hingga penilaian properti.

Terlepas dari apakah pelatihan yang direncanakan akan diselenggarakan secara online maupun offline aau tatap muka langsung, penting untuk memilih lembaga pelatihan yang benar-benar profesional dan terpercaya. Dengan begitu, tenaga pengajar yang dihadirkan dijamin merupakan profesional yang telah berpengalaman dengan kompetensi yang sesuai dengan tema pelatihan. Contohnya konsultan pembukuan untuk pelatihan pembukuan dan akuntansi, atau praktisi pajak dengan sertifikasi tertinggi untuk program pelatihan pajak.
Nah, untuk ulasan berikut ini, kami akan membahas soal pelatihan manajemen yang perlu Anda ketahui. Silahkan simak informasinya di bawah ini sebelum Anda merencanakan program pelatihan dengan topik manajemen dan keuangan untuk karyawan.

Pelatihan Manajemen untuk Perusahaan

Tak perlu diragukan lagi bahwa keuangan merupakan salah satu organ vital sebuah perusahaan. lewat pelatihan keuangan, para peserta akan diajak untuk membedah cara pengelolaan pendanaan modal kerja, bagaimana menggunakan dana tersebut, metode pengalokasian dana, hingga pengelolaan aset yang perusahaan miliki. Tentu saja, pelatihan tersebut didesain untuk membantu perusahaan mencapai tujuan utama bisnis dengan cara yang lebih efisien dan efektif.

Dengan demikian, pelatihan bertemakan manajemen keuangan, termasuk pelatihan dan kursus online, dirancang secara khusus guna mengarahkan peserta, yaitu karyawan bagian keuangan perusahaan, agar mampu mengimplementasikan proses perencanaan keuangan dan penganggaran (financial planning and budgeting), pengendalian (controlling), hingga pelaporan keuangan (financial reporting).

Pelaksanaan dari pelatihan bertema manajemen dan keuangan ini memiliki target berupa hasil atau outcome yang diharapkan akan mampu membantu perusahaan dalam pengalokasian dana agar tidak lagi dihabiskan untuk aktivitas penganggaran yang rupanya tidak menguntungkan. Dengan demikian, anggaran yang dibuat pun disediakan hanya untuk aktivitas yang benar-benar mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan lewat proses penganggaran yang cermat dan tepat. Hal ini juga dilakukan demi memaksimalkan laba yang dihasilkan perusahaan, serta memangkas alokasi anggaran yang tidak memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Secara garis besar, tujuan dari program pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan penguasaan para peserta dalam bidang keuangan, yang meliputi proses perencanaan, penganggaran, hingga pengendalian keuangan organisasi maupun perusahaan. Dengan demikian, perusahaan pun bisa mengimplementasikan proses penganggaran hingga pelaporan yang sesuai, yang pastinya juga akan memengaruhi hasil laporan dari jasa audit laporan keuangan. Hal ini lantas diwujudkan lewat berbagai materi pelatihan yang memang didesain untuk mencapai tujuan pelatihan tersebut.

Materi pelatihan dengan topik manajemen keuangan perusahaan secara umum meliputi poin-poin berikut ini.

  1. Fungsi Manajemen Keuangan dan Analisis Laporan Keuangan
  • Mengetahui dan memahami pengertian serta fungsi manajemen keuangan dalam entitas perusahaan.
  • Memahami aliran uang dan alurnya dalam entitas perusahaan.
  • Memahami maksud dari pembiayaan, serta apa yang dimaksud dengan biaya dan bukan biaya.
  • Memahami laporan neraca serta pos-pos yang dimuat di dalamnya.
  • Memahami dan mampu membuat laporan laba/rugi.
  • Memahami kondisi apa saja yang menandai bahwa entitas perusahaan mengalami rugi atau laba.
  • Mengetahui dan memahami tujuan dari analisis laporan keuangan.
  • Mengetahui langkah-langkah penyusunan laporan perubahan modal kerja, analisis sumber dan penggunaan dana modal kerja, maupun sumber dan penggunaan dana kas.

2. Manajemen Modal Kerja

  • Memahami dasar-dasar dari konsep manajemen kas, yang juga meliputi proses administrasi dan anggaran kas.
  • Memahami dasar-dasar dari konsep manajemen piutang.
  • Memahami apa yang dimaksud dengan manajemen persediaan.
  • Memahami investasi dan aliran kas.
  • Memahami teknik yang diterapkan dalam penilaian investasi dari aspek keuangan.

3. Perencanaan Laba dan Penganggaran

  • Memahami konsep Break Even Point (BEP) atau titik impas dan cara menghitungnya.
  • Memahami fungsi dan tujuan anggaran dalam entitas perusahaan.
  • Memahami metode penyusunan anggaran untuk entitas perusahaan.
  • Mengetahui dan memahami proses pengendalian atas pelaksanaan anggaran.

Program pelatihan didesain agar peserta nantinya mampu memahami seluruh materi yang disampaikan dengan mudah dan jelas. Karena itulah program pelatihan yang diadakan akan mempergunakan berbagai metode yang berbeda-beda, namun dengan tujuan untuk mencapai pemahaman tersebut. Metode yang diterapkan meliputi presentasi, diskusi, studi kasus, dan evaluasi. Bahkan untuk pelatihan atau kursus online pun peserta akan tetap mendapatkan materi yang disampaikan dengan metode yang juga bervariasi.
Karena itulah kualitas dari pelatihan online sebenarnya tak kalah dari pelatihan konvensional yang dilakukan dengan tatap muka langsung, bahkan, pelatihan online justru dapat memberi nilai plus karena perusahaan bisa menghemat biaya dan waktu karena fleksibilitas pelatihan yang bisa dilaksanakan di mana saja selama ada jaringan internet untuk mendukung kelancaran acara.

Di samping itu, pelatihan juga menawarkan beragam pilihan topik yang dapat dipilih berdasarkan kebutuhan perusahaan. Contohnya pelatihan penilaian dan perhitungan aktuaria, seperti topik perhitungan aktuaria imbalan pasca kerja maupun topik perhitungan aktuaria dana pensiun. Kemudian, ada juga topik lainnya seperti penilaian bisnis.