Sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk menyiapkan perhitungan aktuaria dana pensiun bagi karyawannya. Dalam bidang akuntansi, dana pensiun termasuk salah satu jenis imbalan pasca kerja (IPK). Komponen upah yang biasanya dijadikan dasar dalam jenis imbalan tersebut mencakup gaji pokok hingga tunjangan-tunjangan bersifat tetap.

Mempelajari perhitungan ini mungkin terasa merepotkan bagi Anda yang terhitung pemula. Dalam hal ini, biasanya perusahaan akan memberikan training kepada karyawan. Sementara Anda yang belum bekerja dapat mendaftarkan diri ke pelatihan dan kursus online.

Bagaimana menyiapkan dana pensiun untuk karyawan?

Sebelum membahas lebih jauh, kita bahas dulu seputar metode pembayaran imbalan pasca kerja secara umum. Banyaknya jumlah IPK yang harus perusahaan bayarkan dalam satu waktu pastinya akan merepotkan. Lantas untuk mengantisipasinya, perusahaan akan mencadangkan dana IPK secara periodik. Dengan begitu, cash flow perusahaan tetap stabil saat IPK diberikan.

Metode pembayaran imbalan pasca kerja sendiri dibagi menjadi dua, antara lain :

  1. Unfunded, yakni dibayarkan kepada karyawan langsung.
  2. Funded, yakni lewat pendanaan atau transfer aset kepada entitas terpisah (dalam hal ini dana pensiun) dari entitas pemberi kerja (perusahaan).

Nah, sekarang kita kupas jenis dana pensiun yang biasanya disiapkan pihak perusahaan. Dana pensiun atau dana purnakarya merupakan badan hukum yang mengatur hingga, melakukan perhitungan aktuaria dana pensiun, hingga menjalankan program yang menjanjikan benefit pensiun.

Ada pun tiga jenis yang tersedia, yaitu :

  1. Dana pensiun pemberi kerja. Badan hukum ini biasanya dibentuk individu atau perusahaan yang mempekerjakan karyawan sebagai pendirinya.
  2. Dana pensiun berdasarkan keuntungan. Dalam jenis ini, dana pensiun beserta iuran hanya diberikan perusahaan rumus yang dihubungan dengan keuntungan.
  3. Dana pensiun lembaga keuangan. Jenis dana ini dibentuk bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk melaksanakan program pensiun iuran pasti untuk perorangan.

Kemudian, program dana pensiun dibagi lagi jadi dua, antara lain :

  1. Program iuran pasti. Dalam program ini, peserta akan menerima manfaat di masa pensiun yang besarnya ditentukan jumlah iuran yang dibayarkan perusahaan, karyawan, atau kedua belah pihak.
  2. Program manfaat pasti. Jumlah dana yang nantinya dibayarkan sebagai benefit ditentukan sesuai formula yang umumnya didasarkan penghasilan karyawan dan/atau periode kerja para karyawan.

Dana pensiun pemberi pekerja yang biasanya melaksanakan program iuran pasti maupun program manfaat pasti. Sementara itu, kedua jenis dana pensiun lainnya hanya bisa menyelenggarakan satu jenis program, yakni program iuran pasti.

Tak jarang perusahaan mendapatkan sisa iuran setelah mengaplikasikan metode yang tepat untuk imbalan pasca kerja. Sehingga perusahaan bisa mengalokasikannya untuk kebutuhan lain.