Secara garis besar, badan usaha merupakan sebuah bentuk dari kesatuan hukum, ekonomis, dan teknis yang memiliki tujuan utama untuk mendapatkan keuntungan atau profit dari aktivitas utamanya. Sering kali, badan usaha digunakan sebagai istilah yang sama dengan perusahaan, meskipun keduanya sebenarnya merupakan dua istilah yang berbeda.
Terdapat beberapa perbedaan utama antara badan usaha dengan perusahaan, dengan perbedaan yang paling mencolok adalah posisi badan usaha sebagai lembaga, dan perusahaan sebagai sebuah tempat di mana sebuah badan usaha mengelola berbagai faktor produksi. Untuk membantu Anda memahami perbedaan ini lebih lanjut, yuk kenali beberapa jenis badan usaha yang ada di Indonesia berikut ini! Selamat membaca!

Perusahaan Perseorangan

Jenis perusahaan yang satu ini merupakan sebuah bentuk usaha yang paling sederhana dengan kepemilikan yang hanya dipegang oleh satu orang. Gampangnya, perusahaan atau bisnis perseorangan bisa dibuat oleh siapa saja. Karena itu, tak heran kalau banyak perusahaan perseorangan yang bergerak sebagai sebuah bisnis kecil dengan jumlah modal yang relatif minim, memiliki sumber daya yang terbatas, kuantitas produksi yang juga terbatas, hingga penggunaan alat produksi dengan teknologi yang relatif sederhana.
Perusahaan perseorangan dapat dibentuk tanpa adanya tata cara tertentu. Karenanya, bentuk usaha yang satu ini bisa dengan mudah didirikan, tapi dapat dibubarkan dengan mudah juga.

Persekutuan Perdata

Dalam persekutuan perdata, bisnis didirikan oleh dua partner atau lebih yang umumnya memiliki profesi yang sama, serta ingin berhimpun dengan menggunakan nama bersama. Di dalam KUH Perdata Pasal 1616, persekutuan perdata dijelaskan sebagai sebuah perjanjian di mana dua orang atau lebih yang terlibat mengikatkan diri untuk menyetorkan sesuatu ke dalam persekutuan yang dibuat dengan tujuan untuk membagi keuntungan yang terjadi di dalam persekutuan.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa segala hal yang terkait dengan persekutuan perdata – operasional, wewenang dan tanggung jawab, hingga bagi hasil atau laba – ditentukan di dalam surat perjanjian yang dibuat bersama-sama.

Persekutuan Firma

Persekutuan firma nyaris sama dengan persekutuan perdata, hanya saja bentuknya lebih khusus – persekutuan firma didirikan oleh dua orang atau lebih yang menggunakan nama bersama untuk menjalankan perusahaan, dengan tanggung jawab masing-masing pemilik atau sekutu ditentukan berdasarkan tanggung rentang.

Maksud dari istilah tanggung rentang misalnya apabila salah satu sekutu membuat utang, utang tersebut juga akan mengikat para sekutu lain. Di samping itu, tanggung jawab yang dikenakan bukan hanya terbatas dalam modal yang disetor, tapi juga seluruh kekayaan pribadi masing-masing sekutu.

Persekutuan Komanditer

Persekutuan komanditer bisa dibilang merupakan pengembangan dari persekutuan firma, namun terdapat sekutu pasif yang hanya menanamkan modal – sekutu yang ikut menjalankan perusahaan disebut sebagai sekutu aktif. Karenanya, ketentuan terkait dengan pembagian keuntungan sebagai hasil dari operasional perusahaan juga tidak selalu sesuai berdasarkan proporsi modal yang disetor terhadap total modal yang ada, tapi juga berdasarkan kontribusi sekutu dalam operasional perusahaan. Tentunya, ketentuan tersebut juga tertuang di dalam surat perjanjian yang mengikat seluruh sekutu.

Perseroan Terbatas

Perseroan Terbatas alias PT barangkali merupakan jenis badan usaha yang paling familiar karena penggunaan namanya yang bisa dengan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. PT sendiri merupakan sebuah badan hukum yang menjalankan usaha dan permodalannya terdiri atas saham-saham yang dipegang oleh para pemiliknya.

Dengan demikian, besar atau ukuran kepemilikan PT diketahui berdasarkan jumlah saham yang ia miliki dibandingkan dengan total nilai saham secara keseluruhan. Saham tersebut merupakan modal sejak pendirian hingga operasional PT sehari-hari. Jumlah saham sendiri juga bisa berubah – bertambah maupun berkurang – yang pastinya akan memengaruhi nilai modal yang dimiliki. Hanya saja, perubahan jumlah saham tidak bisa dibuat secara sepihak, namun berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Masing-masing jenis badan usaha tersebut pastinya memiliki kriterianya masing-masing, termasuk kelebihan dan kekurangan, hingga syarat resmi untuk pendiriannya. Ketahui dan pahami masing-masing jenis badan usaha tersebut untuk membantu Anda memutuskan apa jenis badan usaha yang paling tepat jika Anda sedang dalam proses untuk mendirikan usaha.