Secara garis besar, business partnership alias partnership atau kemitraan adalah bisnis yang didirikan dan dijalankan oleh banyak pemilik. Masing-masing dari pemilik telah melakukan investasi ke dalam bisnis. Dalam penerapannya lebih lanjut, ada mitra yang ikut terlibat dalam operasional harian bisnis, dan ada mitra yang hanya memiliki partisipasi terbatas dengan kewajiban yang juga terbatas.

Untuk kemitraan yang ikut berpartisipasi dalam operasional sehari-hari bisnis merupakan Kemitraan Umum. Dalam jenis ini, mitra juga bertanggung jawab selaku pemilik hutang dan dalam menghadapi tuntutan hukum terkait bisnis. Kemudian ada Kemitraan Terbatas dengan satu atau beberapa mitra di dalamnya yang tidak turut andil dalam operasional, sehingga tidak memiliki tanggung jawab seperti dalam Kemitraan Umum. Di samping itu, ada juga Kemitraan Pertanggungan Terbatas yang sekilas mirip dengan Kemitraan Terbatas, hanya saja ada beberapa mitra umum yang jadi bagiannya.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa business partnership alias kemitraan adalah sebuah wujud kerja sama yang melibatkan dua orang atau lebih, yang sama-sama memiliki sebuah bisnis yang bertujuan untuk menghasilkan laba. Secara garis besar, kemitraan memang menawarkan keuntungan besar, terutama dalam urusan permodalan. Hanya saja, tentu kemitraan juga punya berbagai keuntungan lainnya, dan bahkan kekurangannya.
Untuk membantu Anda memahami kelebihan dan kekurangan dari business partnership dengan lebih baik, Anda bisa simak ulasan berikut ini. Dengan demikian, Anda pun bisa mempertimbangkan dengan lebih bijak keputusan untuk menjalankan bisnis partnership. Selamat membaca dan semoga informasi berikut dapat menjadi panduan yang baik untuk Anda!

Kelebihan Business Partnership

Berikut adalah berbagai kelebihan atau keuntungan yang ditawarkan dari kemitraan bisnis, yang meliputi:

  1. Kemudahan dalam pendirian bisnis, termasuk dalam hal pendirian bisnis secara formal apabila para mitra beranggapan bahwa usaha yang didirikan bersama-sama tersebut belum perlu dicatatkan secara formal.
  2. Adanya beberapa orang yang membentuk kemitraan bisnis menawarkan sinergi dan kerja sama yang unik dengan tujuan saling melengkapi dan mendukung, terutama dengan adanya beragam kompetensi dan keterampilan yang dimiliki oleh masing-masing mitra.
  3. Penentuan pembagian laba usaha yang bisa dilakukan dengan relatif lebih mudah berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat bersama-sama pada awal pendirian bisnis kemitraan. Sebab, adanya peran dan tanggung jawab masing-masing mitra yang berbeda antara satu dengan lainnya dalam bisnis juga bisa membuat persentase pembagian laba juga berbeda, sehingga tidak harus sama dengan persentase modal yang dilibatkan.
  4. Kemudahan dalam mendapatkan mitra pasif atau mitra komanditer. Mitra komanditer ini adalah mereka yang memiliki dana dan tertarik melakukan investasi, namun tidak tertarik untuk terlibat dalam operasional sehari-hari bisnis.
  5. Kesempatan lebih besar dalam mengumpulkan modal aktif dengan nominal yang juga lebih besar, terlebih dengan adanya tambahan komitmen harta pribadi masing-masing mitra untuk menambah jumlah modal usaha.
  6. Luwes dalam menyesuaikan diri dengan dunia bisnis dan bisa mengambil keputusan bisnis dengan lebih cepat.

Kekurangan Business Partnership

Sementara itu, kekurangan dari bentuk kemitraan bisnis adalah sebagai berikut.

  1. Adanya kewajiban tidak terbatas yang memaksa pemilik agar mampu mempertanggungjawabkan kewajiban yang berkaitan dengan bisnis hingga ke harta pribadinya. Misalnya adanya utang yang menunggak hingga memaksa bisnis menyatakan pailit, sehingga pemilik harus menggunakan harta pribadi untuk melunasinya. Meski begitu, poin ini dikecualikan bagi mitra pasif atau mitra komanditer.
  2. Terlepas dari keuntungan business partnership di mana peluang untuk mengumpulkan modal yang lebih besar, sering kali kelebihan ini tidak bisa diwujudkan secara efisien, bahkan “kalah” dari bentuk usaha perseorangan.
  3. Apabila ada mitra yang ingin keluar, prosesnya tidaklah mudah. Sebab, apabila seorang mitra ingin keluar dan menarik kembali modal atau saham yang ia miliki, mitra tersebut perlu menjualnya dulu ke mitra lain, atau mencari mitra baru yang akan mengambil alih proporsi keikutsertaan mitra yang keluar tersebut dalam bisnis. Kesulitan yang sama juga bisa dialami jika ada mitra yang meninggal, dan ahli warisnya tidak tertarik untuk melanjutkan kemitraan tersebut.
  4. Karena business partnership melibatkan lebih dari satu mitra, potensi terjadinya konflik lebih cenderung terjadi.