Memakai aplikasi analisa adalah salah satu cara mengumpulkan data-data penting di jejaring sosial. Berbagai pihak sudah menggunakan aplikasi tersebut, mencakup bidang bisnis yang membutuhkan informasi perilaku pengguna dalam periode tertentu.
Faktanya hampir semua media sosial seperti Twitter, Facebook, maupun Instagram menyediakan fitur analisis data. Akan tetapi, sebagian pebisnis merasa layanan tersebut kurang membantu dan mencari dari pihak ketiga. Namun sebelum memakainya, Anda harus mengenal teknik analisis yang dipakai di software bisnis untuk memperoleh data yang dibutuhkan.

  1. Analisis deskriptif
    Jenis analisis ini adalah yang paling sering dipakai mayoritas analis dengan fungsi mengetahui populasi atau persebaran sampel. Salah satu ciri analisis deskriptif yang mudah dikenali adalah sajian datanya yang diperlihatkan dalam rata-rata, modus, mean, serta statistik lainnya. Hal ini pula yang membuatnya mudah untuk diterapkan analis pemula.
    Kemudian, dalam analisis media sosial, analisis deskriptif biasanya dimanfaatkan untuk mengetahui detail aktivitas dan perilaku pengguna. Misalnya saja perhitungan interaksi, jumlah percakapan, serta statistik audiensi. Bahkan dengan analisis deskriptif, Anda bisa menelusuri influencer yang cocok untuk kebutuhan branding bisnis.
  2. Analisis prediktif
    Selanjutnya ada analisis prediktif yang bisa diterapkan untuk mengidentifikasi peluang maupun risiko sesuai rekam data yang dimiliki. Metode ini bekerja dengan menganalisis data, lalu membuat prediksi untuk kebutuhan di kemudian hari. Analisis prediktif lebih sering dipakai dalam pembelajaran mesin maupun big data perusahaan-perusahaan tertentu.
    Pada aplikasi analisa, analisis deskriptif akan membantu Anda menentukan strategi berdasarkan data pengguna di jejaring sosial. Beberapa informasi yang akan diperoleh di antaranya ketertaikan pengguna, tingkap konsumen, hingg aktivitas atau perilaku mereka. Malah Anda bisa mengolah data untuk kemudian disajikan sebagai laporan.
  3. Analisis preskriptif
    Berbanding terbalik dengan analisis prediktif, jenis analisis preskiptif lebih memfokuskan fungsinya dalam menunjukkan rekomendasi dari sebuah kasus di platform sosial. Metode ini pun dapat Anda pakai untuk menunjang pencapaian bisnis supaya hasilnya maksimal. Sehingga Anda bisa membuat produk yang lebih berkualitas dan memenuhi kebutuhan target pasar.
    Ada pun tiga pertanyaan yang biasanya membantu seseorang untuk melakukan analisis preskriptif. Antara lain jenis konten apa saja yang dinilai mampu meningkatkan interaksi atau engagement di media sosial, jenis produk apa yang sebaiknya ditawarkan terhadap demografi di kawasan tertentu, dan berapa banyak konten giveaway atau kuis untuk menjaring audiensi lebih banyak.
    Menyoal aplikasi pihak ketiga, ada beberapa software yang akan mengoptimalkan Anda dalam mempraktikkan tiga analisis di atas. Antara lain Sonar, GDILab, NoLimit, Buffer, Followerwonk, Sumall, Quintly, dan Cyfe. Setelah menemukan aplikasi yang memadai, maka Anda akan mudah merancang laporan dan data lainnya.